Alat Untuk Mengukur Tekanan Darah

Alat untuk mengukur tekanan darah dinamakan dengan tensimeter. Tensimeter terdiri  dari tensimeter manual dan tensimeter digital. Tensimeter sebagai alat untuk mengukur tekanan darah dapat mengukur tekanan darah seseorang sampai pada batas tertentu bergantung pada jenis tensimeter yang digunakan. Umumnya tensimeter manual dapat mengukur tekanan darah dengan sistolik di atas 200 mmHg, sedangkan untuk tensimeter digital tidak semuanya dapat mengukur tekanan darah dengan sistolik di atas 200 mmHg. Hanya tensimeter digital tipe tertentu yang dapat mengukur tekanan darah dengan sistolik di atas 200 mmHg.



alat untuk mengukur tekanan darah
Tensimeter Air Raksa Merek GEA



Pada tensimeter digital yang tidak dapat mengukur tekanan darah sistolik di atas 200 mmHg, pada layarnya digambarkan dengan tanda “E” atau Error. Adapun tensimeter digital yang masih dapat mengukur tekanan darah di atas 200 mmHg dengan menekan tombol on beberapa kali sehingga hasil yang sebenarnya dapat diketahui.

Tensimeter sebagai Alat untuk Mengukur Tekanan Darah

Tensimeter sebagai alat untuk mengukur tekanan darah memberikan kontribusi tersendiri dalam membantu menegakkan suatu diagnosa. Terutama diagnosa yang berhubungan dengan penyakit tekanan darah. Selain itu, tekanan darah juga menjadi suatu tanda-tanda vital yang harus diperiksa pada setiap pasien. tanda-tanda vital di sini menjadikan tekanan darah sebagai suatu hal yang penting dan wajib diperiksa guna mendukung penegakan diagnosa terhadap pasien.

Tensimeter sebagai alat untuk mengukur tekanan darah juga tidak harus dimiliki oleh petugas kesehatan. Masyarakat umum juga dapat memiliki tensimeter sebagai alat untuk mengukur tekanan darah. Terlebih lagi bagi masyarakat penderita tekanan darah tinggi, tensimeter sebagai alat untuk mengukur tekanan darah wajib untuk dimiliki.

Kepemilikan tensimeter oleh masyarakat lebih direkomendasikan untuk pemakaian sehari-hari. Tentu saja jenis tensimeter yang digunakan oleh masyarakat ini, penggunaannya lebih mudah dibandingkan tensimeter lainnya. Pilihan alat tensi yakni pada tensimeter digital yang lebih mudah digunakan oleh masyarakat dibandingkan dengan tensimeter manual.

Penentuan nilai tekanan darah apabila kita menggunakan tensimeter digital sebagai alat untuk mengukur tekanan darah ditentukan oleh tensimeter digital itu sendiri. Berbeda halnya bila kita menggunakan tensimeter manual sebagai alat untuk mengukur tekanan darah, penentuan nilai tekanan darahnya dilakukan melalui bunyi pertama dan terakhir yang didengar melalui stetoskop. Tentu saja hal tersebut diputuskan oleh pengguna tensimeter tersebut.

Cara menggunakan tensimeter digital juga lebih mudah dibandingkan dengan tensimeter manual. Cara menggunakannya ialah dengan   memasangkan manset pada lengan atas atau lengan bawah (hal ini bergantung pada tipe tensimeter digital yang digunakan). Kemudian nyalakan tombol on yang terdapat pada tensimeter digital. Biarkan tensimeter digital tersebut bekerja sendiri sampai akhirnya menunjukkan suatu angka. Umumnya terdapat 3 angka yang ditunjukkan oleh tensimeter digital. Angka yang pertama terletak pada bagian atas di monitor menunjukkan nilai  tekanan darah sistolik. Angka kedua yang berada di bagian tengah di monitor menunjukkan nilai  tekanan darah diastolik dan angka yang terakhir yang berada pada bagian bawah menunjukkan jumlah denyut jantung setiap menitnya.

Cukup mudah bukan penggunaan tensimeter digital? Jika Anda belum mengerti untuk cara menggunakannya, Anda dapat melihat video cara menggunakan tensimeter digital atau bertanya langsung pada penjualnya.



Oleh:  Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber:  fungsi.web.id



Terima kasih untuk Like/comment FB :