Tensi Darah

Tensi darah adalah suatu angka atau nilai yang menunjukkan tekanan pada pembuluh darah. Indikator tensi darah ini sangat penting dan menjadi suatu tanda-tanda vital dalam menentukan status kesehatan seseorang. tensi darah yang di hasilkan dari pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter pada setiap orang akan berbeda. Namun tekanan darah dikatakan normal apabila tekanan darah tersebut memiliki tekanan sistolik kurang dari 140 mmHg dan tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg. Hasil tersebut merupakan standar dalam menentukan tekanan darah normal dan tidak normal.


Tensi Darah
Tensi darah / tensimeter jarum

Tensi darah / tensimeter digital


Tensi darah yang melebihi dari tekanan darah normal termasuk kedalam tekanan darah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi ini terbagi menjadi beberapa klasifikasi. Klasifikasi dari tekanan darah tinggi ini diantaranya ialah hipertensi ringan, hipertensi sedang dan hipertensi berat. Dikatakan sebagai hipertensi ringan apabila tekanan darah sistoliknya berkisar anatara 140-159 mmHg dan tekanan diastoliknya berkisar antara 90-99 mmHg. Dikatakan sebagai hipertensi sedang apabila tekanan sistoliknya berada anatara 160-179 mmHg dan diastoliknya antara 100-109 mmHg. Dikatakan hipertensi berat apabila tekanan sistoliknya berada diatas 180 mmHg dan diatoliknya diatas 110 mmHg.

Tensi Darah dan Hipertensi

Tensi darah dan hipertensi seolah menjadi suatu rangkaian yang tak terpisahkan. Pasalnya dalam menentukan hipertensi perlu dilakukan terlebih dahulu pengukuran tensi darah. Pengukuran tensi darah ini dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama tensimeter. Apabila di dapatkan hasil tensi darah melebihi nilai tekanan darah normal maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut mengalami hipertensi.

Hipertensi itu sendiri merupakan suatu keadaan dimana tensi darah meningkat atau melebihi batas normal. Hipertensi ini merupakan salah satu penyakit yang paling banyak di derita oleh masyarakat di negara kita. Penyebab dari penyakit hipertensi ini belum diketahui secara pasti. Salah satu penyebabnya ialah faktor keturunan. Yang dimaksud dengan faktor keturunan ini menjelaskan bahwa dimana dalam satu keluarga terdapat seseorang yang mengidap penyakit hipertensi, maka terdapat kemungkinan anggota keluarga lainnya untuk mengidap penyakit hipertensi juga.

Secara umum tensi darah dapat menunjukkan seseorang terkena penyakit hipertensi atau tidak. Apabila tekanan darahnya tinggi maka orang tersebut terkena hipertensi. Pada masyarakat umum hanya mengenal tekanan darah tinggi sebagai suatu hipertensi saja tanpa mengenal klasifikasinya. Sebenarnya terdapat 2 jenis hipertensi yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensiprimer merupakan tekanan darah tinggi yang disebabkan karena genetika, gaya hidup, berat badan dan lain sebagainya. Sedangkan hipertensi sekunder merupakan tekanan darah tinggi yang disebabkan karena kerusakan ginjal, tumor, masalah kelenjar tiroid, kehamilan dan lain sebagainya. Hipertensi sekuder ini timbul sebagai akibat dari adanya penyakit yang di derita oleh orang tersebut.

Tensi darah yang menuju pada hipertensi primer maupun sekunder sama-sama dikategorikan sebagai suatu tekanan darah dengan sistolik diatas 140 mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg. Yang membedakan kedua jenis hipertensi ini ialah penyebab hipertensi itu sendiri. Apabila hipertensi terjadi karena faktor dari dalam diri orang itu sendiri maka disebut dengan hipertensi primer. Sedangkan apabila hipertensi yang terjadi disebabkan karena faktor luarseperti penyakit lain yang menyertai maka disebut dengan hipertensi sekunder. Hipertensi jenis hipertensi sekunder masih dapat disembuhkan apabila penyebabnya lebih dahulu disembuhkan. Sedangkan untuk hipertensi primer, biasanya bial terjadi penurunan tekanan darah ke arah normal, namun suatu waktu dapat naik kembali dan menjadi hipertensi.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber:
  • deherba.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :