Alat Tensi Digital

Hipertensi disebut dengan silent killer karena biasanya tidak ada tanda atau gejala khusus yang terlihat pada seseorang. Penyakit ini kadang ditemukan tanpa sengaja ketika melakukan pemeriksaan penyakit yang lain atau saat melakukan general check up. Hipertensi dapat terjadi karena berbagai faktor diantaranya usia, penyakit tertentu, faktor keturunan dan sebagainya. Jadi jika anda telah berusia diatas 40 tahun atau memiliki penyakit tertentu seperti penyakit jantung, darah tinggi, gula darah atau diabetes sebaiknya secara berkala memeriksa sendiri tensi darah anda. Cara yang paling mudah untuk mengukurnya adalah menggunakan alat tensi digital.



Alat tensi digital merk omron

Setidaknya ada 3 jenis alat tensi darah yang diketahui saat ini yaitu alat tensi jarum atau aneroid, air raksa dan digital. Dua jenis yang pertama tidak direkomendasikan untuk penggunaan pribadi di rumah karena keduanya digunakan oleh ahli kesehatan yang harus memiliki keterampilan penggunaanya dengan alat lain yaitu stetoskop. Yang paling cocok untuk digunakan sehari hari di rumah adalah alat tensi digital.

Alat tensi digital biasanya menampilkan tiga parameter pengukuran yang paling penting yaitu :
  1. Batas atas atau sistolik
  2. Batas bawah atau diastolik
  3. Heart rate atau jumlah detak jantung per menit
Menurut departemen kesehatan tensi darah yang normal adalah 120 / 80 mmhg. 120 adalah batas atas atau sistolik dan 80 adalah batas bawah atau diastolik. Seperti gambar diatas batas atas atau sistoliknya 118, diastolik atau batas bawahnya 78 sedangakan heart rate atau jumlah detak jantung per menitnya 70.

Mengapa hasil pengukuran alat tensi digital sering kali berbeda ?

Hasil pengukuran tentu saja akan selalu berbeda setiap saat. Tensi manusia dipengaruhi oleh banyak faktor misalnya aktifitas fisik, stres, bahkan kegiatan kecil seperti berjalan akan berpengaruh terhadap hasil pengukuran. Waktu pengukuran yang paling ideal adalah sesaat setelah bangun tidur dalam posisi berbaring atau duduk tegak dengan posisi tangan yang diukur sejajar dengan jantung.

Jika anda habis berjalan, naik tangga atau melakukan aktifitas fisik lainnya jangan langsung diukur, namun istirahatlah sekitar 5-15 menit sampai benar benar tenang lalu diukur sebanyak tiga kali dan diambil rata-ratanya. Lebih baik lagi jika diukur tangan kanan dan kiri bergantian lalu ambil rata ratanya.

Pentingnya baterai pada alat tensi digital



Setiap alat tensi digital pasti menggunakan daya listrik, baik berupa baterai maupun adaptor. Adaptor ini biasanya dijual terpisah. Jika menggunakan batu baterai sebaiknya gunakan batu baterai kualitas bagus jangan menggunakan baterai murahan. Baterai murahan biasanya gampang bocor sehingga dapat merusak alat tensi secara permanen. Biasanya kerusakan alat tensi akibat kebocoran baterai seperti ini tidak ditanggung oleh garansi dari produsen.

Jika alat tensi lama tidak digunakan misalnya lebih dari 2 minggu sebaiknya baterai dilepas saja. Hal ini menghindari juga dari resiko terjadinya kebocoran seperti diatas. Jika menggunakan adaptor colokkan adaptor ke steker listrik pada saat digunakan saja, selesai digunakan lepas kembali adaptor tersebut. Hal ini juga untuk menghindari resiko kerusakan permanan pada alat tensi darah anda. Kerusakan akibat kondisi seperti ini juga tidak ditanggung oleh garansi.

alat tensi digital



Terima kasih untuk Like/comment FB :